Langsung ke konten utama

JADWAL UTS SEMESTER GANJIL 09/10

Senin, 09 November
08.00 - 09.30 Komoditas & Penanganan Hasil Perikanan (A2.10)
11.20 - 12.50 Statistika Dasar (A2.10)
15.10 - 16.40 Bahasa Indonesia (C.48, C.49, C.50, C.51)

Rabu, 11 November
08.00 - 09.30 Pengantar Ilmu Pertanian (C.48, C.49, C.50, C.51)
13.00 - 14.30 Pendidikan Agama I (C.48, C.49, C.50, C.51)
14.40 - 16.10 Kimia I (C.48, C.49, C.50, C.51)

Kamis, 12 November
11.20 - 12.50 Ekonomi Sumberdaya Perikanan (C.50, C.51)
13.30 - 15.00 Pendidikan Pancasila (C.48, C.49, C.50, C.51)
15.10 - 16.40 Dasar Manajemen (C.48, C.49, C.50, C.51)

Selasa, 17 November
08.00 - 09.30 Biologi Perikanan (A2.10)
11.20 - 12.50 Ekologi Perairan (A2.10)
13.00 - 14.30 Matematika (C.48, C.49, C.50, C.51)

Rabu, 18 November
08.00 - 09.30 Fisika Dasar (C.48, C.49, C.50, C.51)
15.20 - 16.40 Oseanografi (c.48, C.49)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar dari nelayan

Praktikum di Pulau Panjang memberikan pelajaran yang sangat berharga. Propinsi Banten memiliki potensi budidaya rumput laut yang sudah dikenal luas di daerah lain. Hal ini memberikan inspirasi untuk menginisiasi pelatihan budidaya rumput laut dan pasca panen rumput laut di Pulau Panjang. Banyak orang yang telah melakukan pelatihan budidaya rumput laut di Pulau Panjang. Potensi lokal ini harus juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Banten pada khususnya, sehingga kita pun dapat memiliki kecakapan dalam budidaya rumput laut ini. Mudah-mudahan dapat terlaksana pada liburan semester ganjil ini. Rencana ini telah dibicarakan pada Pak Dani (sekdes Pulau Panjang), dimana beliau pun menyambut baik rencana ini. Bagi mahasiswa yang berminat, dapat menghubungi penulis untuk membahas rencana ini lebih lanjut.

Stocking Experiment

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada penelitian mengenai padat tebar, diantaranya adalah 1) keseragaman ukuran ikan. Variasi ukuran yang tinggi pada ikan uji dapat berdampak terhadap hasil, tingkat kelangsungan hidup dan padat tebar optimal yang didapatkan. 2) variabel independen yang digunakan. Jika variabel independen yang digunakan adalah biomassa per satuan luas permukaan atau volume, dapat menimbulkan permasalahan sebagai berikut : pada padat tebar 2 g per satuan luas atau volume, maka dapat muncul dua pengertian. pertama, 1 ekor ikan dengan berat 2 g, kedua, dua ekor ikan dengan berat masing-masing 1 g. dua hal ini, sama-sama memberikan pengertian padat tebar 2 g per satuan luas atau volume. Namun demikian, dari dua hal diatas, tentu saja kebutuhan energi totalnya jelas berbeda. 3) Penggantian ikan yang mati. terkadang, untuk menjaga agar padat tebarnya tetap sama, dilakukan penggantian terhadap ikan yang mati. padahal hal ini harusnya dihindari. karena penggantian ...